Penelitian Dosen Pemula 2026 · TKT 3 · pembuktian konsep
Bukti tentang efek samping obat paliatif sudah ada di literatur.Bentuknya yang belum bisa dipakai.
Tersebar di ribuan artikel, tertulis sebagai kalimat bebas, tidak tersusun dalam bentuk yang bisa dibaca perawat saat menyusun rencana asuhan. Model ini membacanya satu per satu dan menyusunnya menjadi peta yang terukur dan dapat ditelusuri ke kalimat sumbernya.
Halaman Simulasi menjalankan model itu sungguhan — bukan rekaman, bukan animasi. Unggah satu artikel, dan setiap tahap terbuka dengan angka aslinya.
0
artikel masuk
PDF onkologi paliatif
0
lolos saringan relevansi
142 dibuang: bukan tentang paliatif atau efek samping obat
0
operasional
presisi 0,94
0
kandidat
presisi 0,43
01 Yang dibuang lebih dulu
Model ini menolak 1.223 kalimat, dan menerima 919
Hampir semua demonstrasi kecerdasan buatan dibuka dari hasilnya. Yang ini dibuka dari tumpukan buangannya, karena di situlah angka terbesarnya berada. Tiap titik merah satu kalimat yang ditolak saringan makna — kalimat yang menyebut obat dan efek samping berdampingan, lalu diperiksa, lalu tidak dipakai.
1.223 · 919
1.223 titik · satu titik satu kalimat ditolak
02 Kenapa dibuang
Empat alasan, dicatat pipeline sendiri
Penolakan bukan satu keputusan, melainkan empat pemeriksaan berbeda. Terbanyak adalah kalimat yang menyebutkan keduanya tanpa menyatakan sebab sama sekali; disusul kalimat yang menyebut efek itu justru sebagai alasan obat diberikan.
NO_CAUSAL_SIGNAL 334 · NON_ADVERSE_CONTEXT 321 · DEPENDENCY_NOT_FOUND_FALLBACK_USED 290 · DISTANCE_EXCEEDED 278
NO_CAUSAL_SIGNAL334NON_ADVERSE_CONTEXT321DEPENDENCY_NOT_FOUND_FALLBACK_USED290DISTANCE_EXCEEDED278- Keempat angka ini dicatat terhadap kalimat, bukan terhadap pasangan obat–efek. Karena itu tidak ada satu pun hubungan di peta yang bisa ditunjuk sebagai korban salah satu kode.
03 Yang bertahan
Sisanya, berdampingan dengan yang dibuang
Dua bidang, skala sama. Yang kiri ditolak, yang kanan diterima jalur lanjutan. Jalur dasar — tanpa penyaringan makna — menerima 1.782 pasangan, dan selisih itulah pokok penelitiannya: presisi 0,94 berbanding 0,43.
1.782 ‖ 919
Ditolak
1.223
Diterima jalur lanjutan
919
04 Mundur — dari mana kalimatnya
137.906 kalimat, 92.713 di antaranya bersinyal kausal
Ke-1.223 dan ke-919 itu berasal dari sini. Seluruh korpus dipotong menjadi kalimat, lalu disaring untuk yang mengandung penanda sebab. Bidang di samping tidak menggambar semuanya — tidak mungkin, dan berpura-pura bisa adalah kebohongan yang tidak perlu.
137.906 → 92.713
1 titik = 100 kalimat · biru = bersinyal kausal
05 Mundur lagi — dari mana kalimatnya berasal
405 artikel, 263 lolos saringan domain
Awalnya sederhana: kumpulan PDF. Saringan domain memeriksa istilah kanker, opioid, efek merugikan, dan perawatan paliatif, lalu membuang 142 artikel yang tidak memenuhi syarat. Yang diukur relevansi topik, bukan mutu penelitiannya.
405 → 263 · 142
263 lolos · 142 ditolak · abu-abu berarti ditolak
06 Maju — dua cabang, bukan satu corong
76 operasional dan 160 kandidat berasal dari jalur berbeda
Di sinilah pipeline bercabang, dan kedua hasilnya tidak boleh dibaca sama. Jalur lanjutan menyaring makna kalimat lalu menuntut satu pasangan muncul minimal dua kali — itu yang menghasilkan 76. Jalur dasar tidak menyaring makna sama sekali; sisanya disimpan sebagai kandidat untuk ditelaah pakar. Kedua himpunan tidak berbagi satu pasangan pun.
151 → 76 ‖ 236 → 160
Jalur lanjutan — disaring makna
Gerbang frekuensi ≥2 memangkas 151 menjadi 76.
Jalur dasar — tanpa penyaringan makna
160 adalah sisanya setelah 76 operasional dikeluarkan — masih memuat hubungan yang terbalik secara klinis, misalnya nalokson dengan depresi napas padahal nalokson penawarnya.
Angka 160 tetap ditampilkan karena kontras dua tingkat bukti itulah argumennya. Yang ditahan identitas pasangan kandidatnya, bukan jumlahnya.
07 Peta — dan galatnya
76 hubungan, dan seberapa sering model ini keliru
Sembilan belas obat, delapan belas efek samping, tujuh puluh enam garis. Lalu, tanpa diminta, selang kepercayaannya. Hampir semua demonstrasi menyembunyikan bagian ini; menaruhnya di akhir cerita adalah alasan situs ini instrumen penelitian dan bukan brosur.
76 · 19 · 18
Diuji terhadap anotasi manusia
F1 0,821
0,667selang kepercayaan 95%0,939
Presisi 0,941 · recall 0,727
Empat sel yang menghasilkan angka itu
- Benar ditemukan
- 16
- Salah ditemukan
- 1
- Terlewat
- 6
- Benar diabaikan
- 37
F1 dihitung dari 23 observasi — tiga sel pertama. Yang keempat, 37 keputusan benar-diabaikan, tidak ikut menyusun F1 sama sekali.
Satuannya keputusan anotasi tingkat kalimat, bukan pasangan obat–efek: gold menyampel kalimat, dan notebook menilai baris ini per kalimat. Lingkupnya efek samping obat, yang memang diklaim pipeline ini — bukan seluruh isi korpus.
Inti argumennya
Kenapa dua angka, bukan satu
Operasional — 76 pasangan
Sudah melewati penyaringan makna kalimat dan diuji terhadap anotasi apoteker. Presisi 0,94 pada lingkup efek samping obat.
Kandidat — 160 pasangan
Ko-okurensi mentah tanpa penyaringan. Presisi 0,43. Di dalamnya masih ada hubungan yang terbalik secara klinis — nalokson dengan depresi napas, padahal nalokson penawarnya. Dipertahankan justru untuk ditelaah pakar.
Selisih 0,94 lawan 0,43 itulah alasan keduanya dilaporkan terpisah, dan alasan identitas pasangan kandidat tidak ditampilkan di situs ini sebelum pakar menilainya.
Tanpa mengunggah apa pun
Enam kalimat yang menunjukkan cara model memutuskan
Masing-masing kalimat nyata dari korpus, dijalankan lebih dulu lewat pipeline yang sama. Angka kiri adalah hasil tanpa penyaringan makna, angka kanan sesudahnya — selisihnya yang jadi pokok soal.